Kamis, 21 Maret 2013

Artikel Penjas


MERANCANG MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI
MENJADI MATA PELAJARAN YANG BERKUALITAS DAN
MENARIK BAGI SISWA SEKOLAH DASAR





Disampaikan pada pertemuan KKG PJOK Kecamatan Ketanggungan
Kabupaten Brebes
Ketanggungan, 12 Januari 2011







Oleh :
WIGNYO ADIWIBOWO, S.Pd.





UPTD PENDIDIKAN KECAMATAN KETANGGUNGAN
KABUPATEN BREBES



 PENDAHULUAN
Tujuan pendidikan merupakan aspek penting yang harus difahami benar-benar oleh para pendidik. Namun sayangnya mengenai tujun pendidikan itu sendiri bukan merupakan masalah yang sederhana apabila telah dikaitkan dengan cara apa yang harus digunakan, sarana apa yang harus disediakan, metode apa yang harus diterapkan dan sebagainya.
Di dalam setiap sistem, termasuk dalam sistem pendidikan, tujuan merupakan sesuatu yang menjadi pedoman dari segala yang terlibat di dalam sistem itu. Oleh karena itu, tujuan yang ingin dicapai perlu dirumuskan dengan jelas dan terperinci agar segala sesuatu yang terlibat dalam proses pencapaian tujuan bisa dipersiapkan secara baik.
Ada 2 (dua) jalur yang bisa digunakan untuk mencapai tujuan pendiikan, yaitu jalur pendidikan formal dan non formal. Jalur pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang melalui sistem persekolahan. Sistem persekolahan pada umumnya dibagi menjadi beberapa tingkatan yaitu, dasar, lanjutan, menengah dan perguruan tinggi.
Pendidikan dasar merupakan pondasi untuk pendidikan selanjutnya dan pembangunan nasional. Aset suatu bangsa tidak hanya terletak pada sumber daya alam yang melimpah, tetapi juga terletak pada sumber daya manusia yang berkualitas.
Peningkatan sumber daya manusia Indonesia sebagai kekayaan yang kekal dan investasi kemajuan bangsa. Di dalam UU No.2 tahun 1989 pasal 3 dinyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia dalam rangka mewujudkan tujuan nasional.
Peningkatan mutu pendidikan berlaku menyeluruh, termasuk di dalamnya adalah pendidikan jasmani. Namun, terkadang mata pelajaran pendidikan jasmani dianggap tidak penting dan sering diabaikan, bahkan tidak lebih penting dari mata pelajaran lain. Sebagai contoh, ketika proses belajar mengajar mata pelajaran pendidikan jasmani berlangsung, peserta didik tidak diperhatikan dan ditangani dengan serius oleh pendidik, pengadaan alat peraga yang kurang diperhatikan, kurang inovasi dan motivasi dan lain sebagainya.
Dalam pendidikan jasmani dan olahraga terdapat 4 (empat|) domain menurut Benjamin S Bloom yaitu domain kognitif, afektif, psikomotor dan fisik. Domain kognitif adalah salah satu klasifikasi tujuan pendidikan jasmani yang berkaitan dengan aktifitas berfikir. Domain afektif berkenaan dengan perilaku, perasaan dan emosi. Domain psikomotor berkenaan dengan perilaku gerak tubuh. Domain fisik berkenaan dengan kapasitas kemampuan dan kondisi fisik. Hal ini menjadi dasar bagi tercapainya pendiikan pada umumnya.
Mata pelajaran pendidikan jasmani menjadi mata pelajaran yang sangat penting bagi siswa sekolah dasar. Tinggal bagaimana merancang pendidikan jasmani menjadi mata pelajaran yang berkualitas dan menarik bagi siswa sekolah dasar.
Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan pembaca pada umumnya, terutama para guru.

PERMASALAHAN
Salah satu esensi penting dari sebuah pendidikan adalah bagaimana kualitas proses pendidikan yang dapat mempengaruhi kualitas out put atau hasil pendidikan. Oleh karena itu, keberhasilan sebuah pendidikan menjadi tujuan penting dari proses pendidikan. Dan kegagalan menjadi tolok ukur utama yang harus dihindari.
Pendidikan nasional senantiasa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan yang terjadi baik di tingkat lokal, nasional, maupun global. Sejalan dengan tantangan kehidupan global, pendidikan merupakan salah satu hal yang sangat penting karena pendidikan sebagai penentu mutu sumber daya manusia.
Peran seorang guru pendidikan jasmani menjadi bagian paling penting dalam pencapaian keberhasilan tujuan pendidikan jasmani. Karena guru pendidikan jasmanilah yang mengatur persiapan mengajar, menyiapkan alat bantu (peraga) dan merancang serta melaksanakan proses belajara mengajar itu sendiri.
Tidak sedikit guru pendidikan jasmani yang belum bisa menjalankan peran dan fungsinya dengan baik. Pada dasarnya meraka sudah memiliki kemampuan yang diperoleh semenjak guru berada di bangku kuliah atau lembaga pendidikan. Tetapi tuntutan profesional menghendaki untuk senantiasa dikembangkan secara terus menerus. Hal ini sering diabaikan karena guru pendidikan jasmani tidak memiliki bahan atau pengetahuan yang cukup menunjang untuk mengembangkan ilmu sesuai dengan kondisi sekarang.
Masalahnya adalah bagaimanakah merancang mata pelajaran pendidikan jasmani menjadi mata pelajaran yang berkualitas dan menarik bagi siswa sekolah dasar?

PEMBAHASAN
Kita perlu menyadari bahwa para pendidik harus memiliki bekal yang cukup untuk menjalankan proses pendidikan. Bekal yang harus dimiliki meliputi materi, metode atau cara penyajian, sarana dan prasarana serta pengelolaan proses belajar mengajar.
Beberapa aspek akan dibahas, antara lain :
A.     Materi
setiap guru mata
B.      Metode / Cara Penyajian
C.      Sarana Dan Prasarana
D.     Pengelolaan Proses Belajar Mengajar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar